Catatan mudik -facebook see your memories-

Ya, rasanya saya belum bisa move on dari segala cerita tentang lebaran dan serba-serbinya. kemarin Facebook membuat saya mengintip catatan yang pernah saya posting dahulu see your memories, ada beberapa jempol dan menulis di kolom komen. Saya menulis itu saat menjelang lebaran dan saya ingat, saya menulis catatan ini karena orang yang saya kenal di facebook bukan pendukung Mudik, menurutnya mudik tidak harus dilakukan toh untuk bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga yang jauh bisa menggunakan tekhnologi semacam sms, telephone dan skype. Sayangnya si Bapak lupa tidak semua orang memiliki handphone pintar smart phone.

Belum lagi tuduhan bahwa mudik hanya untuk menunjukkan status sosial mereka saat ini, intinya mudik bisa menjadi ajang pamer. oke...oke... bisa jadi yang seperti itu ada, tapi lagi-lagi yang demikian tidak bisa di generalisasikan.

Catatan saya dari facebook, saya catat kembali di sini dengan sedikit koreksi.

Saya tahu perasaan itu, mudik lebaran maunya membawa ini itu untuk si ini atau si itu. Beberapa sahabat saya bahkan sudah berbelanja oleh-oleh mudik jauh sebelum Ramadhan tiba, dari yang belanja di tanah abang, thamrin city, asemka, atau barang sale di mall. Bukankah nabi Muhammad saw bilang salinglah memberi hadiah (saya bodoh soal ini tapi saya pernah membaca tentang pesan nabi tsb). Pulang mudik dengan menggunakan segala perhiasan yang dimiliki atau segala kepemilikan yang dipunya untuk menunjukkan status sosial? ahhh sudahlah saya tidak peduli yang itu, saya hanya senang mereka telah berubah menjadi seorang yang berbeda, bahwa secara materi mereka lebih baik.

Setiap berkunjung lebaran ketetangga atau kerabat selalu ada perubahan. Rumah si Emak ini yang dulu tidak beratap eternit sekarang sudah bereternit, yang dulu lantai ruang tamunya beralas karpet usang sekarang sudah berkursi, dinding kusam sudah di cat. Mereka akan berceloteh anak-anaknya bekerja di sini disitu, kebanggan mereka pada anak-anaknya yang bekerja di rantau, pulang setahun sekali dan senang bisa berbagi.

Sang anakpun tak peduli bagaimana sulitnya bekerja menyisihkan setiap receh untuk jatah tiket mudik dan oleh-oleh, urusan yang sulit-sulit itu tentang bahkan selalu irit setiap hari demi ongkos mudik tidak perlu diceritakan kepada yang lain yang penting orang rumah (: keluarga) tahu bahwa mereka baik-baik saja.

Idul fitri selalu dinanti, mudik itu musti (buat saya sampai saat ini, saya hanya perlu 1 tiket PP hanya untuk saya sendiri) karena hanya di momen ini bisa bertemu kerabat handai taulan. kedatangan kami selalu dinanti, sebagian karena menunggu jatah oleh-oleh yang tak seberapa meskipun sekedar gantungan kunci, tapi orang tua kami menunggu kami dengan suka cita, mereka akan memeluk kami bahagia. Besok Idul Fitri semua berkumpul lagi.

Facebook, August 4, 2013 at 12:57pm

Sebenarnya inti lainnya dan yang paling penting adalah silaturahmi, mumpung momen idul fitri ketika lebih banyak kerabat tetangga yang bisa berkumpul dan momen silaturahmi untuk bertemu lagi. Terimakasih facebook sudah mengingatkan saya tentang catatan kecil ini. 

Comments

  1. mudik itu emang mau gak mau pasti belanja oleh2 sih ya. Terkadang bikin bangkrut hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba sering bikin bangkrut emang, tapi seneng ya :)

      Delete
  2. Pernah disatu masa, aku males banget yg namanya mudik. Males dengar teror pertanyaan beruntun dan nasehat2 yg datang bertubi. Males jadi "tersangka". Pada saat itu aku berdoa, ingin tinggal disuatu tempat yg bisa dijadikan alasan untuk ga mudik pas lebaran, karena jaraknya jauh. Eh doa terkabul, jadinya malah kangen mudik. Manusia memang banyak maunya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Teror" seperti itu memang ngga bikin sedih tapi ngebosenin. Kayak basi aja gitu ya. Ya Alhamdulillah doa terkabul, sekarang doanya minta dimudahkan untuk acara mudik ya :)

      Delete
  3. Aku mudik kali ini payah banget. Silaturrahmi kuranggggggggg banget. Padahal biasanya dah loncat sono sini ke Keluarga ortu.

    Betul paling penting Silaturrahmi dengan berkunjung nyata, nggak cuman di dunia maya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts